Polemik UKT Mahal, Apakah Perlu Ada Subsidi bagi Mahasiswa

"Ap-News" Belakangan, mahasiswa sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) melakukan aksi protes terhadap kenaikan uang kuliah tunggal (UKT). Pemerintah diharapkan untuk memprioritaskan subsidi biaya pendidikan bagi mahasiswa.

Ketua Umum PP IKA Universitas Airlangga, Khofifah Indar Parawansa menegaskan subsidi UKT bagi mahasiswa yang tidak mampu harus menjadi prioritas bagi pemerintah ke depan.

"Memberikan subsidi kepada mahasiswa, terutama yang tidak mampu membayar UKT, harus menjadi fokus bagi pemerintah yang akan datang," ujarnya saat ditemui setelah acara IKA Unair di Jakarta, pada Rabu (15/5/2024).

Mantan gubernur Jawa Timur itu menyoroti perlunya campur tangan pemerintah daerah untuk memberikan solusi terhadap masalah biaya kuliah, khususnya bagi mahasiswa kurang mampu.

"Di Jawa Timur, Baznas Jatim memiliki program 'satu keluarga satu sarjana', yang bertujuan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program ini juga telah diadopsi oleh Baznas nasional," jelasnya.

Menurut Khofifah, jika pemerintah dapat memberikan solusi terhadap masalah UKT yang tinggi, jumlah pelajar yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan meningkat.

"Serapan perguruan tinggi dari lulusan SMA/SMK masih rendah, sekitar 33-38%, tergantung daerah. Di Jawa, mayoritas siswa belum melanjutkan ke perguruan tinggi," katanya.

Pendidikan tinggi, menurut Khofifah, penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Maju 2034.

"Oleh karena itu, diperlukan kerja sama untuk merinci prasyarat dan mencari rencana tindakan bersama," tandasnya.(net/ap)